Test Preparation

 

Iklan

SAT vs ACT

Terdapat sedikit perbedaan antara pendidikan di Amerika dengan negara-negara lain. Untuk melanjutkan pendidikan ke Amerika, selain harus melalui syarat-syarat standar seperti TOEFL atau IELTS, kita juga diharuskan untuk melalui tahap tes lagi, yaitu SAT atau ACT.

Lalu apakah yang dimaksud dengan SAT atau ACT itu sendiri?

Keduanya merupakan bentuk tes kemampuan akademis yang bertujuan untuk mengetahui selayak apakah seseorang untuk dapat mengikuti pendidikan di Amerika. Selain itu, tes tersebut juga menentukan kemampuan seseorang dalam  menganalisis dan memecahkan suatu masalah.

Sebenarnya SAT dan ACT merupakan jenis tes yang sama. Namun, terdapat perbedaan dalam segi teknis. Oleh karena itu, disini akan sedikit diulas mengenai teknis dari kedua tes tersebut. Soal memilih dan menentukan mana yang lebih mudah atau lebih sulit, itu kembali pada kemampuan masing-masing.

SAT

– SAT terdiri dari 3 sesi tes, yakni: Critical Reading, Mathematics, dan Writing.

– Dalam sesi writing, materi yg diuji adalah grammar, vocabulary, usage, dan diction (pilihan kata).

– Dalam sesi Mathematics, yg diuji adalah number&operations, algebra&functions, geometry, statistics, probability, and data analysis.

– Dalam sesi Critical Reading, yg diuji adalah critical reading dan sentence-level reading.

– SAT cenderung berlaku di northeast (Toronto, Boston, Chicago, New York, Washington) , westcoast (San Fransisco, Denver, Los Angeles, Seattle, San Diego, dll)  dan eastcoast America (Philadelphia, New Jersey, Massachusetts, New York, dll.)

– Tes SAT tidak semuanya merupakan pilihan ganda/multiple choice.

– Dalam sistem penilaian skor SAT, jawaban salah dinilai minus.

 

ACT

– ACT terdiri dari English 25%, Mathematics 25%, Reading 25%, Science Reasoning 25%.

– Penilaian skor ACT adalah berdasarkan jawaban yang benar, jawaban salah tidak dinilai minus.

– Dalam sesi Mathematics, trigonometri menjadi salah satu materinya.

Multiple choice test.

– ACT banyak digunakan di Canada dan Midwest Amerika: Illinois, Iowa, Wisconsin, Kansas, Missouri, and Minnesota.

– Dalam sesi English, yg diuji adalah usage/mechanics dan rethorical skills.

– Dalam sesi Mathematics, yg diuji adalah algebra, geometry, dan trigonometry.(kalkulator diizinkan pemakaiannya).

– Dalam sesi Reading, yg diuji adalah kemampuan pemahaman membaca (reading comprehension), dimana jenis-jenis teks yg diberikan adalah prose fiction (short story atau potongan novel),  social science, humanities, dan natural science.

– Dalam sesi science reasoning , terdapat 7 teks yg diikuti 5-7 pertanyaan/teks, 3 teks berbentuk Data Representation dgn 5 pertanyaan/teks, 3 teks berbentuk Research Summary  dgn 6 pertanyaan/teks, dan satu teks berupa ‘Conflicting Viewpoints‘ dgn 7 pertanyaan/teks.

Berbeda dengan TOEFL atau IELTS, SAT dan ACT ini keseluruhan tesnya berupa soal tertulis, tidak ada sesi listening ataupun speaking. Dan materinya pun sudah sangat jelas bahwa tidak hanya kemampuan bahasa Inggris yg diuji, namun Matematika dan Sains juga.

Jika berencana utk sekolah atau kuliah di luar negeri,  wajib mengambil tes SAT atau ACT tersebut. Dan untuk memenuhi skor ideal, mungkin dibutuhkan sedikit kesabaran. Oleh karena itu, sebelum mengambil tes, akan sangat efektif jika Anda mengikuti Preparation Class-nya. Preparation Class ini bertujuan utk mempersiapkan kematangan dan sebagai proses latihan agar mampu mengerjakan soal SAT atau ACT pada saat tes sesungguhnya nanti, dan pada akhirnya skor ideal pun dapat dicapai.

Sumber: https://iaebdg.wordpress.com/2011/09/22/sat-vs-act-untuk-ke-usa/

5 Tips agar Dapat Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

Terkait beasiswa, ada beberapa universitas di AS yang menawarkan program beasiswa sendiri, di samping program beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat, dan dari pemerintah Indonesia seperti beasoswa DIKTI.

Meskipun masing-masing program beasiswa memiliki persyaratan yang berbeda, ada beberapa tahapan yang dapat diterapkan. Dari beberapa persiapan itu, berikut lima di antaranya yang direkomendasikan sejumlah alumni dan mahasiswa internasional asal Indonesia.

1. Latih kemampuan berbahasa Inggris

Melatih kemampuan berbahasa Inggris dengan fasih ialah sebuah kewajiban jika igin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Agasha K. Ratam yang kini tengah melanjutkan pendidikan di Yale University mengungkapkan untuk menguji kemampuan berbahasa Inggris tersebut tes TOEFL digunakan sebagai standar.

“Jika berasal dari sekolah yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, perlu mengambil tes TOEFL di tempat berlisensi,” ujar Satrio Wicaksono alumni dari Wesleyan University di Gedung Sarana Jaya, Jakarta (22/11).

2. Persiapan untuk tes SAT atau ACT

Tes Scholastic Aptitude Test (SAT) dan American College Testing (ACT) merupakan ujian akademik yang menentukan apakah pelamar mampu belajar di universitas yang diinginkan.

“Tes SAT seperti tes matematika dan bahasa Inggris. Untuk tes bahasa Inggris mirip dengan tes psikologi. Ada juga tentang sinonim, antonim, dan sebagainya. Jadi kita harus menghafalkan kata-kata sulit dalam bahasa Inggris,” ujar Satrio.

Tes ACT tidak jauh berbeda dengan SAT hanya saja memiliki tes untuk sains. Agasha kembali menyarankan untuk mengambil tes ACT bagi pelamar yang memiliki minat di bidang sains.

3. Prestasi dan aktivitas di luar akademik

Pihak admission officer akan mengecek nilai rapor yang dimiliki pelamar. Meskipun begitu, penilaian tidak sepenuhnya bergantung pada nilai akademik di sekolah.

“Universitas tidak hanya mencari anak dengan nilai bagus di sekolah, tapi juga yang banyak kegiatan dan aktivitas di luar sekolah. Itu sangat membantu proses pendaftaran,” tutur Agasha.

Prestasi lomba baik dalam bidang olahraga maupun sains juga menjadi nilai tambah. Aktivitas lain yang bersifat non-akademik dan ikut menjadi relawan di berbagai aktivitas mampu menarik admission officer. Sepak terjang non-akademik tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan mengenai kontribusi apa yang bisa diberikan pelamar kepada universitas.

4. Persiapkan aplication essay

Berbagai universitas di Amerika Serikat disebut sebagai universitas bergengsi kelas dunia. Tidak heran jika jutaan orang dari berbagai penjuru dunia ikut melamar terutama di universitas yang memegang predikat sebagai Ivy Leauge Collage, seperti Harvard University, Yale University, Princeton University, dan lain sebagainya.
Maka untuk mengenal pelamar lebih jauh pihak universitas meminta untuk menulis esai tentang personal statement.

“Esai ini menarik karena harus stand out dari applicant lainnya. Kita harus menunjukka sisi yang tidak biasa, tapi pilih angle cerita menarik yang bisa menggambarkan diri sendiri dan pengalaman yang membedakan diri dari orang lain,” papar Satrio.

Dalam esai tersebut dianjurkan untuk menjadi diri sendiri dengan sentuhan yang bersifat personal dan tulus dalam menceritakan ketertarikan terhadap universitas dan jurusan yang diinginkan.

“Buat kalimat pertama dari personal statement stand out. Cari hal yang menarik dalam diri tuangkan ke personal statement agar lebih menonjol,” jelas Ivania Livia Hartanto yang sedang mengeyam pendidikan di Cornell University.

5. Letter of recommendation

Surat rekomendasi bisa diberikan oleh guru di sekolah. Lebih lanjut Satrio menyarakankan agar surat rekomendasi dibuat oleh guru yang benar-benar mengenal sosok pelamar agar dapat menulis surat rekomendasi yang menarik dan tidak bersifat umum untuk menarik perhatian admission officer.

Sumber:

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20171122114948-282-257317/5-tips-agar-dapat-beasiswa-kuliah-di-luar-negeri

Tes yang Dibutuhkan untuk Berkuliah Keluar Negeri (Pasca Sarjana)

Untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri, terutama program pasca sarjana, terkadang anda harus mempersiapkan diri mengikuti beberapa tes tertentu. Tes-tes ini biasanya meliputi tes kecakapan akademis dan tes kecakapan berbahasa asing (bahasa Inggris dan bahasa resmi negara tujuan). Perguruan tinggi biasanya mensyaratkan nilai tertentu yang harus diraih sebagai syarat minimal agar aplikasi kuliah kita dapat dipertimbangkan untuk berkuliah di negara tujuan tersebut. Berikut beberapa tes yang dibutuhkan untuk berkuliah keluar negeri bagi anda yang ingin melanjutkan program pasca sarjana.

TOEFL

Seperti yang dijelaskan pada artikel TOEFL, tes ini merupakan tes terstandardisasi untuk mengetahui kecakapan berbahasa Inggris para pelamar dari negara yang tidak berbahasa Inggris. Ujian TOEFL diselenggarakan oleh ETS dan dapat diikuti di berbagai negara. Biasanya, TOEFL menjadi syarat penerimaan perguruan tinggi di Amerika Utara sebagai indikator kecakapan berbahasa Inggris dari para pelamar yang berasal dari negara non-native speaker. TOEFL memiliki empat bagian tes: Reading, Listening, Speaking, dan Writing dengan hasil tes berkisar antara 0 – 120. Saat ini, tes TOEFL tersedia dalam bentuk Internet Based Test (IBT) dan dapat diikuti di berbagai kota dengan lembaga yang telah bekerjasama dengan ETS untuk mengadakan tes TOEFL IBT.

Nilai minimum TOEFL IBT yang disyaratkan untuk kuliah S2 – S3 bervariasi berdasarkan permintaan dari program studi yang terdapat di perguruan tinggi tujuan. Untuk MBA di Harvard Business School misalnya, persyaratan TOEFL IBT minimum adalah 109. Sementara jika anda ingin melanjutkan pendidikan PhD teknik elektro di MIT, maka persyaratan nilai TOEFL IBT minimum adalah 100. Untuk persyaratan beasiswa LPDP, syarat TOEFL IBT minimum untuk dalam negeri adalah 61, sementara untuk luar negeri adalah 79.

Skor tes TOEFL IBT valid selama 2 tahun dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Oleh karena itu, ada baiknya anda mempersiapkan diri untuk mengikuti tes TOEFL sejak jauh-jauh hari. Idealnya, persiapan tes TOEFL sebaiknya dilakukan 3-6 bulan sebelum tes, paling tidak sebulan sebelumnya. TOEFL merupakan keterampilan, oleh karena itu, persiapan yang cukup akan berpengaruh signifikan untuk meningkatkan nilai dan mencapai hasil yang ditargetkan. Ada berbagai materi persiapan yang tersedia di web ETS. Anda juga dapat googling untuk menemukan materi persiapan tes dan mengikuti berbagai simulasi tes untuk mengukur kemampuan TOEFL IBT anda.

IELTS

IELTS merupakan tes bahasa Inggris yang lazim digunakan untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Selain itu, IELTS juga digunakan untuk kebutuhan kerja dan migrasi ke Britania. Seperti TOEFL, IELTS terdiri dari empat tes: Reading, Writing, Listening, dan Speaking. Tes ini dirancang sesuai dengan kebutuhan berbahasa Inggris pada dunia nyata dan digunakan untuk studi, kerja, atau percakapan dengan lingkungan sekitar. Saat ini, IELTS merupakan tes kecakapan berbahasa Inggris yang paling banyak diterima dan berfokus pada pengujian kemampuan berbahasa Inggris pada dialog percakapan. IELTS terdiri dari dua jenis tes: Academic dan General Training. Anda dapat memilih sesuai dengan kebutuhan persyaratan dari institusi. Seperti TOEFL, persyaratan nilai IELTS juga bervariasi berdasarkan kebutuhan perguruan tinggi tujuan. Nilai IELTS 6 setara dengan skor 60-78 pada TOEFL IBT, 6.5 setara dengan skor 79 – 93, sedangkan 7 setara dengan 94 – 101. Nilai IELTS yang 9, atau yang tertinggi, setara dengan 119-120 pada tes TOEFL IBT.

Persiapan IELTS sebaiknya dilakukan sejak jauh hari. Persiapan 6 bulan sebelum tes merupakan yang ideal. Selain itu, segera lakukan pendaftaran sejak jauh-jauh hari. Jadwal IELTS biasanya hanya ada per beberapa minggu, ditambah juga dengan peminat tes yang banyak dan lokasi tes yang relatif terbatas. Idealnya anda telah menyelesaikan urusan pendaftaran tes 1 bulan sebelum jadwal yang diinginkan. Berdasarkan pengalaman saya, sulit sekali untuk mendapatkan tempat di tes TOEFL IBT jika mendaftar 2 minggu sebelum jadwal. Saya sendiri tidak mendapat tempat untuk mengikuti tes IELTS karena mendaftar 1 minggu sebelum tes. Oleh karena itu, pastikan anda telah mendaftar dan menyelesaikan pembayaran tes IELTS sejak jauh-jauh hari.

GRE General Test

GRE general test merupakan tes yang dirancang untuk memahami tingkat kecakapan anda di bidang akademis. Tes ini dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan penerimaan perguruan tinggi jenjang pasca sarjana, menjadi dokumen yang mewakili tingkat kecakapan akademis, atau memenuhi persyaratan dokumen beasiswa pasca sarjana. Belakangan, GRE mulai banyak digunakan oleh sekolah bisnis sebagai persyaratan. Bahkan, beberapa perguruan tinggi lebih memprioritaskan hasil GRE ketimbang GMAT.

Tes GRE terdiri dari 3 bagian utama: Analytical Writing, Quantitative Reasoning, dan Verbal Reasoning. Analytical writing bertujuan untuk menguji kemampuan menulis secara analitis terhadap suatu topik atau argumen tertentu. Quantitative Reasoning berisi tes matematika dasar dengan tingkat kesulitan yang bervariasi. Sedangkan Verbal Reasoning menguji kemampuan verbal dalam berbahasa dan pemahaman suatu artikel ilmiah. Sekali lagi, anda sebaiknya mempersiapkan diri 3-6 bulan sebelum tes untuk mendapatkan hasil yang optimal. Berbeda dengan tes kecakapan berbahasa Inggris (TOEFL dan IELTS), perbedaan hasil tes ini akan menjadi penilaian kualifikasi dari pelamar. Nilai yang bagus dapat menjadi modal yang baik untuk diterima di perguruan tinggi tujuan. Beberapa perguruan tinggi favorit menginginkan anda berada pada 80th percentile, entah itu di seluruh bagian tes, atau di bagian tes tertentu.

GMAT

Tes GMAT (Graduate Management Admission Test) merupakan pilihan yang lazim diambil bagi para anda yang ingin melanjutkan studi ke sekolah bisnis, baik jenjang master maupun doktoral. Tes ini menguji berbagai keterampilan yang dibutuhkan saat menempuh pendidikan di sekolah bisnis dan karir di dunia bisnis. GMAT berlangsung selama 3 setengah jam dan terdiri dari empat bagian tes: Analytical Writing Assessment, Integrated Reasoning, Quantitative, dan Verbal. Umumnya, GMAT merupakan persyaratan tes yang dibutuhkan untuk mengambil sekolah bisnis, terutama bagi anda yang ingin mengambil kuliah MBA keluar negeri.

Menurut informasi pada Desember 2014, biaya persiapan GMAT adalah sebesar USD 250 (informasi pembayaran dapat dilihat di website mba.com/global). Seperti GRE, perguruan tinggi favorit juga seringkali mensyaratkan nilai GMAT pada 80th percentile. Oleh karena itu, persiapkan diri melalui berbagai materi yang ada di internet atau mengikuti kursus intensif untuk persiapan GMAT.

GRE Subject Test

GRE Subject Test merupakan bentuk tes GRE yang ditujukan untuk mengukur pengetahuan kita pada bidang studi tertentu. Terdapat 7 bidang studi pilihan pada GRE Subject Test: Biochemistry, Cell and Molecular Biology; Biology; Chemistry; Literature in English; Mathematics; Physics; Psychology. Beberapa program studi di perguruan tinggi mensyaratkan para pelamar untuk mengambil tes ini untuk mengukur kemampuan dasar dari para pelamar di bidang studi tersebut. Hasil GRE Subject Test juga dapat menjadi indikator kekuatan dan kelemahan pelamar yang kemudian menjadi acuan dalam penempatan kelas perkuliahan.

MCAT, LSAT, DAT, dan sejenisnya

Tes ini merupakan tes terkait subjek ilmu pengetahuan tertentu, sama seperti GRE Subject Test. MCAT merupakan tes subjek kedokteran, LSAT tes subjek hukum, dan DAT tes subjek kedokteran gigi. Setiap program studi biasanya memiliki jenis tes tertentu untuk mengukur kemampuan dasar di bidang tersebut. Oleh karena itu, ada baiknya anda mencari tahu secara detail setiap jenis tes tersebut beserta nilai minimum yang disyaratkan oleh program studi di perguruan tinggi tersebut.

Tes Kemampuan Bahasa Asing Selain Bahasa Inggris (Jepang, Jerman, dll)

Tes ini umumnya menjadi persyaratan bagi perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan dengan bahasa selain bahasa Inggris. Perguruan tinggi di Jerman, Jepang, atau Prancis, umumnya mensyaratkan pelamar untuk menguasai bahasa di negara tersebut agar memperlancar proses perkuliahan dan mempermudah mahasiswa berinteraksi dengan penduduk sekitar. Tes ini juga sering menjadi persyaratan untuk memperoleh beasiswa di negara tersebut. Bagi anda yang merencanakan berkuliah di negara yang tidak berbahasa Inggris, sebaiknya pelajari apakah perguruan tinggi tujuan anda mensyaratkan hasil tes ini untuk melamar di perguruan tinggi tersebut.

Sumber :

Tes yang Dibutuhkan untuk Berkuliah Keluar Negeri (Pasca Sarjana)

Penjelasan Singkat tentang TOEFL, IELTS, SAT, LSAT, GRE, GMAT, MCAT

Dear temen-temen,

Mau berbagi info tentang tes-tes untuk masuk perguruan tinggi di UNITED STATES, UNITED KINGDOM, NEW ZEALAND, AUSTRALIA, CANADA. Sebelum lebih lanjut, berikut penjelasan singkat tentang APA ITU TOEFL; IELTS; SAT; GRE; GMAT.

1. TOEFL (TEST OF ENGLISH AS FOREIGN LENGUAGE)

(Test of English as a Foreign Language)
TOEFL adalah tes Bahasa Inggris yang ditujukan untuk; mengukur kemampuan berbahasa Inggris seseorang untuk belajar & bekerja di luar negeri; menunjukkan kesiapan akademik seseorang; juta dirancang untuk menjadi standard yang obyektif dan tidak memihak sehingga siswa dapat membandingkan kemampuannya dengan adil.

TOEFL dibagi ke dalam tiga metoda :
1. pBt (Paper Base)
2. cBt (Computer Base)
3. iBt (Internet Base )

Karena semakin sering kampus-kampus internasional menggunakan iBt maka kali ini yang dibahas yang iBt saja dulu. TOEFL berbasis internet (iBT) uji terdiri dari 4 bagian:
1. Listening
2. Reading
3. Speaking
4. Writing

Keempat bagian akan diujikan pada hari yang sama. Ujian diselesaikan dalam tempo waktu kurang lebih sekitar 4 jam.
Yang baru di iBt adalah peserta akan dimina untuk menggabungkan, atau mengintegrasikan lebih dari 1 keterampilan berbahasa yaitu:

� membaca sebuah artikel.
� mendengarkan ceramah singkat tentang topik artikel yang kita baca.
� berbicara atau menulis tanggapan terhadap apa yang kita baca dan dengarkan.

Hal ini dianggap sama apabila kita nantinya kuliah keluar negeri yaitu,
Baca teori, dengerin dosen & menyampaikan opini.

REGISTRASI TOEFL
Saat ini sudah banyak lembaga pendidikan yang meimiliki otorisasi dari ETS (Lembaga di Amerika Serikat yang berwenang untuk pengaturan TOEFL, IELTS GRE dll). TS sendiri adalah salah satu contributor untuk sebuah lembaga pendidikan internasional yang berpengalaman di bidang TOEFL, IELTS, GRE, GMAT PREPARATION dan Learning Overseas Consultant. So kalau mau Tanya lebih dalam lagi bisa PM TS, let�s discus more detail if necessary.

Mendaftar untuk tes TOEFL
Ketika Anda mendaftar untuk tes ini, sebaiknya kita melihat dulu berapa standard minimum TOEFL yang diminta kampus. Sehingga ini dapat membuat anda fokus mendapatkan goal yang komprehensif dalam mengikuti tes TOEFL.

– Lakukan persiapan sebelum mengambil tes TOEFL
– Silahkan anda melihat hasil TOEFL secara online 15 hari setelah Anda[LIST]
mengikuti tes.
– Laporan nilai Anda memberitahu tentang bagaimana meningkatkan
keterampilan Anda.
– ETS juga akan mengirimkan laporan tertulis hasil skor anda.

2. IELTS (International English Language Testing System)

Tes IELTS diselenggarakan di lebih dari 500 pusat dilaksanakan empat kali sebulan. Kita dapat memilih dua jenis tes IELTS: Academic atau General Training, tergantung tujuan kita apakah untuk belajar, bekerja atau bermigrasi.

Tes yang akan dilakukan dibagi ke dalam empat bagian :
Listening Reading Writing Speaking

Hasil IELTS yang dinilai pada skala 9. Kita tidak dibatasi berapa kali mengambil ujian dan dapat mempercayai kualitas dan keamanan IELTS karena dikelola oleh tiga lembaga internasional terkemuka yaitu British Council, IDP: IELTS Australia and the University of Cambridge ESOL Examinations (Cambridge ESOL).

Materi ujian ListeningSpeaking (IELTS) untuk Academic atau pun General Training adalah sama namun untuk Reading Writing soalnya berbeda.
Ujian Listening Reading Writing harus diselesaikan dalam satu hari. Untuk tes Speaking tergantung tempat dimanna kita tes, biasanya seminggu sebelum atau sesudah ketiga tes pertama dilaksanakan. Berikut ini adalah schedule IELTS :
1 Listening: 4 sections, 40 items � 30 min
2 Reading: 3 sections, 40 items � 60 minutes
3 Writing: 2 tasks (150-250 words) � 60 minutes
4 Speaking: 11-14 minutes
[/spoiler]

3. TOEIC (TEST OF ENGLISH FOR INTERNATIONAL COMMUNICATION)

TOEIC yang dikembangkan pada tahun 1979, ditujukan untuk mengukur kemahiran seseorang dalam bahasa Inggris pada level intermediate (menengah) dan advance (lanjutan). Ada lebih dari 4,5 juta pengambil tes ini tiap tahun. TOEIC adalah sebuah standarisasi kemampuan bahasa Inggris di tempat kerja di seluruh dunia. Tes TOEIC adalah sertifikasi yang sangat berharga bagi para profesional.

Tujuan dari TOEIC lebih bervariasi dari test-test lainnya. Umumnya TOEIC digunakan untuk 3 kegunaa yaitu :

Corporate- perusahaan
Menggunakan tes TOEIC untuk kemajuan dalam korespondensi dan dokumentasi perusahaan juga dalam program pelatihan bahasa Inggris, merekrut dan mempromosikan karyawan, serta menempatkan pengukuran standar di tempat di lokasi kerja.

Program bahasa Inggris menggunakannya untuk menempatkan siswa pada tingkat pembelajaran yang tepat, dan mengevaluasi kemampuannya.
Instansi pemerintah menggunakannya untuk mendokumentasikan kemajuan dalam program pelatihan bahasa Inggris, merekrut dan mempromosikan serta merekrut karyawan.

4. SAT (Scholastic Aptitude Test)

SAT adalah test yang akan mengukur sudah sejauh mana anda menguasai materi yang dipelajari di sekolah dan seberapa baik pula anda dapat menerapkan pengetahuan itu. SAT ini menilai pengetahuan Anda tentang membaca secara kritis, menulis dan keterampilan matematika yang sudah anda pelajari. Waktu uji total SAT ini adalah 3 jam dan 45 menit.

Test SAT terdiri dari tiga bagian: critical reading, mathematics, dan writing. Setiap bagian dinilai pada skala 200 – 800.

Critical Reading
Tes kemampuan anda untuk memahami soal-soal setingkat akademi yang tertulis dalam bahasa Inggris. Anda diminta untuk mengisi kalimat dengan kata yang tepat atau kata-kata untuk menjawab pertanyaan yang menunjukkan pemahaman Anda membaca cerita pendek dan panjang.

Mathematics
Sesi tes ini untuk menilai seberapa baik Anda menganalisa dan bagaimana keterampilan kita memecahkan masalah yang nantinya akan dibutuhkan di universitas. Pertanyaan yang harus anda selesaikan termasuk tentang rumus aljabar, fungsi linear, fungsi eksponen dan manipulasi eksponen, sifat-sifat garis singgung, nilai mutlak, notasi fungsi, geometri, probabilitas, serta menganalisis data. Beberapa pertanyaan adalah pilihan ganda, sementara yang lain akan diujikan secara essay. Anda dapat menggunakan kalkulator yang disetujui, dan anda tidak diharuskan untuk menghafal rumus-rumus.

Writing
Writing mencakup pertanyaan-pertanyaan pilihan ganda untuk menguji seberapa baik Anda menggunakan standar menulis dalam bahasa Inggris. Kita juga akan diminta untuk menulis esai singkat. Pertanyaan-pertanyaan pilihan ganda menilai kemampuan Anda untuk mengidentifikasi kesalahan kalimat, memperbaiki kalimat, dan meningkatkan kualitas paragraf. Pertanyaan esai meminta anda untuk berada diposisi pada contoh-contoh masalah dan menggunakannya untuk mendukung posisi Anda. Petugas yang nantinya memeriksa jawaban akan tahu bahwa esai itu ditulis dalam waktu singkat dan merupakan draft pertama. Mereka tidak akan mengharapkan tulisan yang halus tutur bahasanya melainkan mereka akan membaca esai Anda untuk melihat seberapa baik Anda mengatur dan mengungkapkan sudut pandang Anda dan mengembangkannya serta mendukung ide utama. Seluruh test harus diselesaikan dalam waktu 3 jam dan 45 menit.

5. GRE (Graduate Record Examinations)

Tes GRE diperlukan oleh individu yang akan melanjutkan jenjang studi S1 & S2 (Sarjana & Master) baik itu untuk displin ilmu alam, teknik, ilmu sosial, humaniora dan seni, pendidikan, bisnis atau bidang lainnya. Tes ini dirancang untuk membantu panitia penerimaan mahasiswa baru dan para sponsor dalam menilai kualifikasi pelamar untuk tujuan program mereka.

Bentuk Test GRE
GRE General Test
Test ini untuk mengukur keterampilan yang telah dikembangkan dalam jangka waktu yang panjang dan biasanya tidak selalu berhubungan dengan bidang studi tertentu. Tes ini terdiri dari

Verbal Reasoning – Penalaran Verbal
mengukur kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi bahan tertulis; mensintesis informasi yang diperoleh dari bahan itu; menganalisa hubungan antara komponen-komponen kalimat, dan mengenali hubungan antara kata dan konsep.

Quantitative Reasoning – Penalaran Kuantitatif
mengukur kemampuan matematika dasar; pemahaman tentang konsep-konsep matematika dasar, kemampuan alasan kuantitatif dan memecahkan masalah dalam pengaturan kuantitatif. Ada keseimbangan antara pertanyaan yang membutuhkan aritmatika, aljabar, geometri dan analisis data.

Analytical writing sections – Analisis
mengukur kemampuan untuk mengartikulasikan dan mendukung ide-ide yang kompleks, menganalisis argumen, mempertahankan sebuah diskusi menjadi lebih fokus dan koheren. Tes ini tidak menilai pengetahuan spesifik, dan tidak ada cara cepat terbaik untuk menjawabnya.

Ujian Penilaian Pascasarjana (GRE)

GRE adalah tes komputerisasi yang dibutuhkan jika ingin kuliah pascasarjana semua program studi di Amerika (kecuali hukum, bisnis dan kedokteran). Tes meliputi soal verbal, kuantitatif dan keterampilan menulis analitis, serta penelitian yang menunjukkan skor GRE. Selain itu, jika ingin mendaftar di sekolah pascasarjana, kamu juga harus menyertakan IPK saat kuliah strata satu.

Diperkirakan, 500 ribu orang mengikuti GRE setiap tahun. Banyak program pascasarjana yang berbasis paket bantuan keuangan, termasuk beasiswa dan bantuan mengajar, menggunakan nilai GRE. Skor GRE kamu akan berlaku selama lima tahun.

6.Tes Masuk Sekolah Pascasarjana Hukum (LSAT)

LSAT adalah tes selama 3,5 jam yang menggunakan kertas dan pensil. Umumnya, sekolah pascasarjana hukum di Amerika, menggunakan tes ini sebagai persyaratan masuk.

Tes ini terdiri dari 125 pilihan ganda ditambah tes tulisan. LSAT dirancang untuk menguji kemampuan analisa tulisan, manajemen data dan keterampilan berpikir analitis yang dibutuhkan untuk menjalani tahun pertama di sekolah hukum.

Dari semua tes masuk, saat proses penerimaan, LSAT merupakan yang paling dipertimbangkan oleh perguruan tinggi. Jika LSAT diajukan dalam proses aplikasi ke sekolah pascasarjana yang kompetitif, nilainya bisa mencapai 50. Diperkirakan, 110.000 orang mengikuti tes LSAT setiap tahunnya. SKOR LSAT berlaku selama lima tahun.

7. GMAT (Graduate Management Admission Test)

GMAT adalah standard test international yang dipakai oleh banyak universitas internasional dalam menentukan �APTITUDE� mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah untuk mendapatkan gelar Master (MBA). Test ini dirancang untuk membantu program pascasarjana manajemen menilai kualifikasi pelamar untuk studi lanjutan di bidang bisnis dan manajemen.

The Graduate Manajemen penerimaan Test
mengevaluasi kemampuan menulis verbal, kuantitatif, dan analitis bahwa Anda telah berkembang dari waktu ke waktu melalui pendidikan dan bekerja.

The Verbal Section
mengukur kemampuan Anda untuk membaca dan memahami materi tertulis, dengan akal dan mengevaluasi argumen, memperbaiki bahan tertulis untuk menyesuaikannya ke dalam standard Bahasa Inggris yang baku.

Tes Masuk Pascasarjana Manajemen (GMAT)

Jika ingin kuliah pascasarjana manajemen di Amerika, GMAT merupakan bagian penting dari aplikasi yang akan kamu ajukan. GMAT merupakan ujian dengan sistem komputer selama 3,5 jam yang meliputi tes keterampilan menulis analitis, serta keterampilan kuantitatif dan kemampuan verbal (pemahaman, koreksi kalimat dan nalar kritis). Ada 78 pertanyaan pilihan ganda dan dua esai analitis yang harus kamu selesaikan dalam tes ini.

Setiap tahunnya, diperkirakan ada 110.000 orang mengikuti GMAT. Dan setidaknya 1.500 calon mahasiswa bisnis dan manajemen menggunakan hasil tes GMAT sebagai bagian dari proses aplikasi mereka. Skor GMAT berlaku selama lima tahun.

8. MCAT (Medical College Admission Test)

MCAT telah digunakan sebagai bagian dari proses penerimaan selama 80 tahun lebih. Ini merupakan tes berdasarkan komputer dengan standart yang mencakup 3 bagian. Mahasiswa di uji berdasarkan pengetahuan mereka tentang sains biologi dan fisika dan alasan verbal. Tes ini bertujuan untuk menguji keahlian-keahlian utama dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk dapat sukses di sekolah medis. Tes ini juga menilai mahasiswa dalam kesiapan untuk menghadapi sekolah medis, dalam hal pengetahuan dan juga kemampuan menganalisa.

Setiap bagian dari MCAT memiliki nilai sampai dengan 15. Sub nilai kemudian ditambahkan untuk menggabungkan nilai sampai dengan 45. Poin utama yang perlu dicatat adalah tidak ada penalti untuk jawaban yang salah. Masa berlaku nilai MCAT anda tergantung pada universitas yang anda pilih.

Sumber :

http://forum.detik.com/penjelasan-singkat-tentang-toefl-ielts-sat-gre-gmat-t254481.html

https://news.okezone.com/read/2012/01/27/373/564977/apa-sih-gmat-gre-dan-lsat-itu

https://www.easyuni.co.id/advice/gre-gmat-lsat-mcat-tes-mana-yang-anda-perlukan-743/